
Sekolah memiliki peran yang penting dalam melestarikan budaya dan tradisi lokal. Di SMPN 8 TUBABA, kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) menjadi wahana untuk menghidupkan kearifan lokal, khususnya melalui permainan tradisional. Dalam lingkungan kelas 7, para siswa memperoleh kesempatan emas untuk mengenal, menghargai, dan menjaga warisan budaya bangsa melalui permainan seperti lompat tali, ingkling, gobak sodor, dan dakon.

Permainan tradisional menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Indonesia. Lompat tali, misalnya, bukan hanya sebuah permainan biasa, tetapi juga sebuah simbol kekompakan dan kebersamaan. Dalam kegiatan P5 di SMPN 8 TUBABA, siswa kelas 7 tidak hanya belajar cara melompat tali dengan tepat, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga tentang kerjasama tim dan semangat persatuan.

Ingkling, permainan tradisional khas Jawa, turut meramaikan kegiatan P5 di sekolah ini. Dengan memainkan ingkling, siswa belajar mengembangkan keterampilan motorik halus, kecepatan, dan ketangkasan. Lebih dari itu, permainan ini juga memupuk rasa kebersamaan dan mengajarkan pentingnya komunikasi dalam mencapai tujuan bersama.

Gobak sodor, permainan yang menguji strategi dan kelincahan, juga menjadi favorit di antara siswa kelas 7. Dalam suasana yang penuh semangat, mereka belajar untuk merencanakan langkah mereka dengan bijaksana sambil tetap memperhatikan gerakan lawan. Permainan ini tidak hanya mengasah kemampuan taktis, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai sportivitas dan kejujuran.

Tidak ketinggalan, dakon, permainan tradisional yang kaya akan makna dan filosofi, menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan P5 di SMPN 8 TUBABA. Dalam permainan ini, siswa tidak hanya diajak untuk menggunakan strategi dan keterampilan berhitung, tetapi juga untuk memahami makna di balik setiap langkah yang diambil. Hal ini membantu meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep saling menguntungkan dan berbagi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan P5 yang menghadirkan permainan tradisional seperti lompat tali, ingkling, gobak sodor, dan dakon, SMPN 8 TUBABA berhasil menciptakan lingkungan belajar yang meriah dan berwarna. Lebih dari sekadar hiburan, permainan-permainan ini membawa pesan-pesan kearifan lokal yang sangat berharga bagi para siswa. Mereka tidak hanya belajar untuk menghargai warisan budaya bangsa, tetapi juga menjadi agen perubahan yang siap menjaga dan melestarikannya untuk generasi mendatang. Dengan demikian, SMPN 8 TUBABA tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan pengetahuan akademis, tetapi juga menjadi wadah untuk memupuk rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.