
SMP Negeri 8 Tulang Bawang Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan nilai-nilai sosial dan keagamaan dengan mengadakan acara istimewa pada peringatan 10 Muharam tahun ini. Acara yang disebut Jumat Berkah ini dikhususkan untuk anak yatim, yang mana mereka menerima perhatian dan kehangatan dari seluruh warga sekolah.
Acara yang diadakan pada hari yang bersejarah ini dipimpin langsung oleh kepala sekolah, Ibu Sabdayati, S.Pd, yang turut didampingi oleh para guru agama. Kehadiran mereka memberikan sentuhan pribadi yang mendalam dalam setiap momen yang terjadi.
Kegiatan dimulai dengan rangkaian senam bersama, yang tidak hanya untuk meningkatkan kebugaran jasmani tetapi juga untuk membangun kebersamaan di antara siswa dan seluruh staf pengajar. Setelah selesai melakukan senam, acara dilanjutkan dengan pembagian berkah kepada anak-anak yatim yang hadir. Kepala sekolah dan guru agama secara langsung terlibat dalam proses ini, menunjukkan perhatian mereka yang tulus terhadap kesejahteraan sosial masyarakat sekitar, terutama anak-anak yang membutuhkan.
“Kami merasa sangat beruntung dapat merayakan hari yang berarti ini dengan cara yang membawa manfaat bagi semua pihak,” ujar Ibu Sabdayati. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bentuk nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian yang kami tanamkan di SMPN 8 Tulang Bawang Barat.”


Acara Jumat Berkah ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menerapkan nilai-nilai kepedulian sosial dalam kegiatan sehari-hari mereka. Dengan demikian, semangat solidaritas dan kebersamaan dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat pendidikan.
Dengan komitmen yang kuat untuk terlibat dalam kegiatan sosial seperti ini, SMPN 8 Tulang Bawang Barat membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga tentang membentuk karakter dan kepedulian sosial yang kuat di antara generasi muda.
Dengan demikian, peringatan 10 Muharam tahun ini tidak hanya meninggalkan kesan yang mendalam bagi anak yatim yang mendapatkan perhatian khusus, tetapi juga memberikan inspirasi bagi seluruh komunitas sekolah untuk terus berbuat baik dan memberikan manfaat bagi sesama.