Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, SMP Negeri 8 Tulang Bawang Barat menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif dan menyenangkan yang melibatkan seluruh warga sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan arahan pemerintah, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di lingkungan sekolah.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Lia Fitriani, S.Pd. Suasana penuh khidmat terasa saat seluruh siswa dan guru menyanyikan lagu kebangsaan dengan semangat dan rasa cinta tanah air yang tinggi.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kampanye pencegahan perkawinan anak dan bullying. Materi yang penting dan inspiratif ini disampaikan oleh Bapak Edi Azhar Dinata, S.Pd. Dalam paparannya, beliau mengajak seluruh siswa untuk lebih memahami bahaya perkawinan usia anak dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari tindakan perundungan.
Untuk menambah semangat dan kebugaran siswa, kegiatan dilanjutkan dengan senam “Anak Indonesia Hebat” yang dipandu oleh Ibu Hartini, S.Pd. bersama tim OSIS. Senam ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa dan guru, menambah semarak suasana peringatan HAN di sekolah.
Puncak acara dimeriahkan dengan lomba permainan tradisional, yaitu gobak sodor dan egrang batik, yang diikuti oleh perwakilan siswa dari setiap kelas. Kegiatan ini dipandu oleh para guru olahraga dan bertujuan melestarikan budaya permainan tradisional Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas, kerja sama, dan keceriaan di kalangan siswa.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Semangat siswa dan guru dalam mengikuti setiap acara mencerminkan dukungan nyata terhadap pentingnya memperingati Hari Anak Nasional sebagai bentuk komitmen untuk melindungi, menghargai, dan memberdayakan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Dengan semangat “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, SMPN 8 Tubaba membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat tumbuh kembangnya karakter dan kesadaran sosial anak-anak Indonesia.